PHDI SIDOARJO

Monday, 6 February 2012

Pelantikan Pengurus Baru Peradah Sidoarjo

Sehubungan dengan telah berakhirnya masa jabatan kepengurusan Peradah Kabupaten Sidoarjo yang lama yang dipimpin oleh Made Ayu Ardanareswari, segera diadakan pemilihan kepengurusan yang baru dimana yang terpilih sebagai ketua adalah Putu Bagus Cicak Sakti. Terkait dengan hal tersebut, untuk memformalkan kepengurusan baru ini maka diadakan pelantikan pengurus bertempat di Pura Jala Siddhi Amertha Sidoarjo pada tangglal 5 Pebruari 2012. Berkenan yang melakukan pelantikan adalah Ketua Peradah Propinsi Jawa Timur Bapak Drs. Suminto. Hadir dalam acara ini Ketua PHDI Sidoarjo Bapak Ir. Nyoman Anom Mediana S.Pd.H. dan Ketua WHDI Sidoarjo Ibu Rahmawati Diun. Suminto dalam pesannya penyampaikan bahwa walaupun acara pelantikan dilaksanakan secara sederhana, namun jangan mengurangi semangat Pemuda Hindu Sidoarjo untuk berjuang dan mengabdikan diri dalam masyarakat. Tanpa ada semangat dan kemauan tinggi maka segala program kerja yang telah direncanakan hanya tinggal rencana. (Mr.Pink)

Sunday, 5 February 2012

Pembekalan dan Pemantapan Pemangku oleh PHDI Sidoarjo

Dalam rangkaian Piodalan di Pura Penataran Agung Margowening Krembung Sidoarjo pada hri Kuningan nanti, kemarin tgl. 5 Pebruari 2012 diadakan Pembekalan dan Pemantapan Pemangku yang diikuti oleh semua Pemangku / Pinandita yang ada di Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya ditambah dengan bapak/ibu yang berkeinginan akan jadi Pemangku. Sebagai nara sumber adalah : Ida Pandita Gede Anom Jala Karana Manuaba, Prof. Ir. Nyoman Sutantra MS.Phd dan Bapak Ketut Sudira BA. Selaku pemrakarsa acara ini adalah Ketua PHDI Kabupaten Sidoarjo Bapak Ir. Anom Mediana S.Pd.H. Acara dibuka sekita jam 11.00 wib oleh Ketua PHDI Jawa Timur Bapak Drs. Ketut Sudiarta S.Ag. Acara ini dipandu oleh Bapak Agung Cok dan I Gusti Ketut Budiartha sebagai moderator. Pada akhir sesi diadakan praktek pengenalan upakara Daksina Pejati beserta isinya. Cukup banyak pertanyaan dari peserta, sehingga acara cukup gayeng dan meriah. Dalam kesempatan lain Pak Ketut Sudira atas seijin Ida Pandita dan PHDI akan melengkapi buku panduan Pemangku yang telah ditulisnya beberapa waktu dengan arti-arti mantram yang ada. Selama ini sebagian besar Pemangku dalam mempimpin upacara Yadnya tidak mengerti akan arti mantram yang diuncarkan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama Pak Ketut Sudira akan dapat memberi sumbangsih berupa terjemahan mantaram-mantram yang ada dalam buku Panduan Pemangku untuk memimpin upacara Yadnya khususnya pada Puranama Tiem dan Hari hari besar lainya

Wednesday, 1 February 2012

Apa Itu Hari Raya (Keagamaan) ?

Om Swastyastu. Kita sering melakukan prosesi suatu Hari Raya (Keagaamaan), namun kadang-kadang kita tidak mengerti makna yang terkandung dalam Hari Raya itu. Kita hanya melakukan sesuatu apa yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita, tanpa mau tahu lebih dalam apa yang terkandung dibalik perayaan suatu Hari Raya. Berdasarkan beberapa bacaan sastra, saya ingin mengambil suatu kesimpulan bahwa Hari Raya (Keagamaan) ada suatu moment kita untuk melakukan introspeksi diri dan moment untuk melakukan pemujaan kepada Sang Pencipta dengan kualitas yang lebih baik, dari hari hari biasa. Barangkali untuk para ibu (ibu2 lagi2 jadi kambing hitam) kualitas yang lebih baik disini diterjemahkan mungkin sebelumnya membuat sesajen dari bahan yang biasa-biasa saja menjadi bahan-bahan yang lebih baik, misalnya : biasanya memakai jeruk lokal diganti dengan jeruk sankis, biasanya dengan apel lokal diganti dengan apel hongkong, biasanya dengan telor saja diganti dengan ayam goreng, biasa ke Pura dengan menggunakan baju dari kain Hero diganti dengan brokat yang lebih mahal he :-). Apakah itu salah? Oh tidak, asal semua dilakukan dengan tulus ikhlas dan suci nirmala dalam rangka sujud bhakti kepada Sang Pencipta (Hyang Widhi Wasa). Namun meningkatkan kualitas dimaksud tidaklah hanya terbatas dengan hal-hal yang kasat mata saja. Jauh lebih penting adalah bagaimana ketulusan hati kita dalam melakukan pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa misal : lebih kusuk, lebih konsentrasi, doanya lebih banyak, japanya lebih banyak, penyerahan diri secara total, meyakini bahwa alam ini semua adalah ciptaanNYA dan kuasaNYA. Akan lebih lengkap lagi jika kita melakukan Tapa Brata Yoga Semadi. Itulah sesungguhnya yang disebut pemujaan dengan kualitas yang lebih baik. Yakinlah bahwa dengan kita melakukan pemujaan dengan kualitas lebih baik, akan mendapat pahala yang lebih baik pula. Coba simak Slokantara 33 :

Kalinganya, yan purnama tilem kala sang sadhujana manghanaken puniadana bhakti, tunggal mulih dasa ika de bhatara. Kunang yan candragrahana suryagrahana, kala sang sadhujana manghanaken punia dana bhakti, tunggal mulih satus ike de bhatara. Kunang yan Kanya gata, kala sang sadhujana manghanaken punia dana bhakti, tunggal mulih sewu ike de bhatara. Kunang yan sedeng yuganta, kala sang sahdujana manghanaken punida dana bhakti, tuggal mulih tanpe hingan ike de bhatara. Kengetakna de sang mangusir kapradhanaan ike.

Jika kita melakukan dana punia lan bhakti pada saat purnama tilem, maka akan membawa pahala sepuluh kali dari apa yang kita yadnyakan. Jika kita melakukan dana punia lan bhakti pada saat gerhana bulan atau gerhana matahari, maka akan membawa pahala seratus kali. Jika kita melakukan dana punia bhakti, pada saat hari besar atau hari suci, maka membawa pahala seribu kali. Dan jika kita lakukan pada akhir dari Yuga, maka akan membawa pahala kebaikan tak berhingga.

Demikianlah sedikit pencerahan sehubungan kita dalam rangka merayakan Hari Raya Galungan 1 Februari 2012, semoga ada manfaatnya. Om Santih Santih Santih om. (Mr. Pink)

Monday, 30 January 2012

Parisada Kabupaten Sidoarjo mengadakan Tirthayatra


Atas prakarsa Ketua Parisada Sidoarjo Bapak Ir. Nyoman Anom Mediana S.Pd.H, Tirthayatra ke Pura Jagad Kartha Gunung Salak Bogor Jawa Barat jadi dilaksanakan. Berangkat dari Pura Jala Siddhi Amertha Sidoarjo tgl. 27 Januari 2012 (hari Jumat) jam 20.00 wib. Peserta yang ikut yaitu Para Pemangku se Kabupaten Sidoarjo, Pengurus PHDI Sidoarjo, Pengurus WHDI Sidoarjo dan peserta umum. Perjalanan dari Sidoarjo menuju Jakarta tiba di Pura Rawamangun sekitar jam 14.00 wib hari Sabtu tgl. 28 Januari 2012. Istirahat dan mandi kemudian sembahyang, setelah itu perjalanan dilanjut menuju Bogor. Tiba di Pura Jagad Kartha Bogor sekitar jam 20.00 wib. Para peserta ngaturang bhakti bersama, meditasi dan mekemit . Udara yang sangat dingin cukup mengganggu para Yatri yang biasa tinggal di daerah panas, namun demikian para Yatri sangat berbahagia dan senang, karena rata-rata baru pertaman kali tangkil Pura ini. Hari Minggu tgl. 29 Januari 2012 jam 08.00 wib para Yatri mepamit kemabli menuju Sidoarjo. Tiba di Sidoarjo 30 Januari 2012 jam 04.00 pagi. Perjalanan yang cukup jauh dengan menggunakan bus cukup meleahkan namun peserta tetap enjog dan menikmati perjalanan yatra ini. Semoga Tirthayatra berikut akan bisa dilaksanakan lagi dengan tujuan yang berbeda. Astungkara (Mr. Pink)