Alamat : Pura Jala Siddhi Amertha, Jln. Raya Juanda, Kompleks Marinir TNI-AL, Sidoarjo. No.Flexi : 031-70950202. No.Hp : 08123015299, 08123221376. Web http://parisada-sidoarjo.blogspot.com, Email : parisada.sda@gmail.com
PHDI SIDOARJO
Friday, 2 July 2010
DAFTAR PENDHARMA WACANA DI PURA PURA DI SIDOARJO
Semester I tahun 2010 telah berakhir, kita menginjak ke Semester II 2010. Untuk itu telah kami susun Daftar Perdharma Wacana di Pura Jala Siddhi Amertha dan Pura Penataran Agung Margowening Krembung untuk Semester II Tahun 2010. Silahkan dilihat disebelah kiri. Terima kasih. (Phdi Sda)
Label:
Pemberitahuan
Sunday, 6 June 2010
PARISADA SIDOARJO AKAN MENGADAKAN UPACARA POTONG GIGI MASAL

Kemarin tgl. 6 Juni 2010 Jam 19.00 wib Parisada Sidoarjo mengadakan rapat pembentukan Panitia Potong Gigi Masal. Disepakati sebagai Ketua Panitia adalah Letkol. Laut I Ketut Sumerta. Acara Potong Gigi Masal tersebut rencana akan diadakan berdekatan dengan hari Piodalan di Pura Jala Siddhi Amertha yang jatuh pada tgl. 4 September 2010, namun tanggal kepastian masih menunggu Panitia tangkil ke Ida Pandita Kenjeran. Diperkirakan sekitar tanggal tersebut para siswa sudah libur menjelang lebaran yang jatuh pada tgl. 11 September 2010 sehingga tidak terlalu mengganggu kegiatan sekolah. Diharapkan para Ketua Sektor atau Pengurus Sektor segera melakukan sosialisasi tentang rencana Potong Gigi masal ini. Biaya yang dikenakan kepada peserta sangat tergantung kepada jumlah peserta potong gigi, namun ancer-ancer sementara sekitar Rp.500.000,- perorang. Bagi umat Hindu yang sudah ada keinginan untuk ikut Potong Gigi masal ini dapat langsung mendaftarkan diri ke Ketua Sektor masing-masing. Dalam rapat tersebut disepakati juga bahwa orang tua dari peserta potong gigi juga ikut sebagai panitia. Semoga Hyang Widhi senantiasa memberi kemudahan kita dalam melaksanakan Yadnya yang sangat mulya ini. (Mr.Pink)
Label:
Berita Umat
Wednesday, 26 May 2010
DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA TINGKAT SMA/SMK/MA
- Apakah Hindu Agama Wahyu. Wahyu diturunkan Brahman/Tuhan sekitar abad 2500-1500 SM dilembah sungai Sindhu di India, diterima oleh 7 orang Rsi, kemudian setelah ada tulisan dikompulir oleh Rsi Wyasa bersama 4 orang muridnya sehingga terbentuklah Kitab Sucii Weda yang kita kenal sekarang ini.
- Hindu dalam bersembahyang menggunakan Sesajen. Ini mengacu kepada doktrin yang tertuang dalam sloka BG. IX.26 : Siapapun yang dengan sujud bhakti kepada KU mempersembahkan sehelai daun, sekuntum bunga, sebiji buah-buahan dan seteguk air, Aku terima sebagai bhakti persembahan dari orang yang berhati suci.
- Hindu tidak menyembah Berhala/Patung. Ini merupakan doktrin yang tertuang dalam Kita Suci BG. XII.5 : Bagi mereka yang pikirannya yang dipusatkan kepada Yang Tak terwujud, kesulitannya lebih besar, karena sesungguhnya dari Yang Tak termanifestasikan sukar dicapai oleh orang yang mempunyai badan jasmani.
- Hindu penganut Monotheisme. Ini dapat dijelas dengan mantram : Eka Evam Adwityam Brahman, Tuhan itu satu tak ada duanya. Juga dalam mantram Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanty, Tuhan itu satu orang bijaksana memanggil dengan banyak nama.
- Hindu cinta kebersamaan dan mendukung Pluralisme. Ini dapat dijelas dengan doktirn Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, ada juga Tat Twam Asi, ada juga doktirn Wasudewa Kutumbakam.
Astungkara apa yang disampaikan pak Gusti cukup memukau dibumbui dengan joke-joke remaja masa kini, antara lain soal Facebook dsbnya. Semoga kedepan kita bisa tampil lebih baik. (Mr Pink)
Label:
Berita Umat
Saturday, 22 May 2010
PERSEMBAHYANGAN DI PURA KREMBUNG SAMPAI 5 TAHAP
Bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, juga piodalan di Pura Penataran Agung Magro Wening Krembung Sidoarjo kemarin 22 Mei 2010. Piodalan kali ini termasuk piodalan yang cukup besar menggunakan bebangkit. Umat yang hadir sangat banyak sampai 5 tahap persembahyangn. Sebagai Manggala Upacara dalam Piodalan ini adalah Pandita dari Malang, sedangkan Perdharma Wacana adalah Prof.Dr. I Nyoman Sutanra. Kupasan nya seputar Catur Asrama dan diselingi oleh kekidungan yang cukup menarik. Yang tidak kalah meriahnya pementasan tari-tarian. Ada 2 group tari dari Bali yang ngaturang ayah yaitu group tari Dwi Mekar pimpinan Nyoman Durpa menampilakn tari baris anak-anak, tari gopala anak-anak dan tari jauk anak-anak. Setelah itu Pak Nyoman Durpa ikut tampil ngebondres sebagai penasar, ditemani oleh IGK. Budiatrha dari Sidoarjo dan Nyoman Komin dari Sidoarjo. "Pak Gusti, mohon maaf sengaja saya percepat bondresnya, karena system suaranya kurang cernih" ujar Nyoman Durpa. Tari-arian dilanjutkan dengan Group Tari Lalang Buwana pimpinan Komang Urip, menampilkan sendratari berjudul Arjuna Wiwaha. Secara keseluruhan piodalan kali sangat meriah dan ramai, mudah-mudahan tidak hanya kemeriahan belaka, namun disertai dengan hati lascarya sehingga Hyang Widhi menerima persembahan kita dengan karma yang sangat baik. (Mr.Pink)
Subscribe to:
Posts (Atom)