Sadar akan heteroginitas penduduk Sidoarjo, maka Bupati Sidoarjo tidak mau melewatkan kesempatan untuk menampilkan budaya-budaya yang ada di Sidoarjo terdiri dari berbagai etnis, Suku dan Agama. Bupati Sidoarjo ingin memperkokoh akan persatuan dan kesatuan diantara penduduk Sidoarjo, maka dari itu sejak tahun 2011 yang lalu diadakan Pawai Budaya Kabupaten Sidoarjo. Untuk Tahun 2012 ini diadakan pada tanggal 10 Maret 2012, dengan menampilkan para siswa SMA yang berpakaian daerah dari Sabang sampai Merauke. Juga seni dan budaya ditampilkan antara lan : blenganjur plus 2 ogoh-oroh dari etnis bali, ada juga reog Ponorogo, ada juga Barong say, ada juga musik patrol yang sangat atratif dan bermacam-macam jenis seni dan budaya lainnya. Pak Nyoman Anom Mediana selaku ketua PHDI Sidoarjo berkomitmen untuk senantiasa akan perpartisipasi dalam acara sejenis untuk lebih mempromosikan budaya Bali, dan umat Hindunya di Sidoarjo. "Selalu Umat Hindu yang berdomisili di Sidoarjo hendaknya kita senantiasa berperan aktif dalam segala kegiatan yang diadakan oleh Pemda Sidoarjo" uja Anom Mediana dalam kesempatan wawancara dengan penulis.
Alamat : Pura Jala Siddhi Amertha, Jln. Raya Juanda, Kompleks Marinir TNI-AL, Sidoarjo. No.Flexi : 031-70950202. No.Hp : 08123015299, 08123221376. Web http://parisada-sidoarjo.blogspot.com, Email : parisada.sda@gmail.com
PHDI SIDOARJO
Sunday, 11 March 2012
PHDI Sidoarjo ikur serta dalam Pawai Budaya Sidoarjo 10 Maret 2012
Sadar akan heteroginitas penduduk Sidoarjo, maka Bupati Sidoarjo tidak mau melewatkan kesempatan untuk menampilkan budaya-budaya yang ada di Sidoarjo terdiri dari berbagai etnis, Suku dan Agama. Bupati Sidoarjo ingin memperkokoh akan persatuan dan kesatuan diantara penduduk Sidoarjo, maka dari itu sejak tahun 2011 yang lalu diadakan Pawai Budaya Kabupaten Sidoarjo. Untuk Tahun 2012 ini diadakan pada tanggal 10 Maret 2012, dengan menampilkan para siswa SMA yang berpakaian daerah dari Sabang sampai Merauke. Juga seni dan budaya ditampilkan antara lan : blenganjur plus 2 ogoh-oroh dari etnis bali, ada juga reog Ponorogo, ada juga Barong say, ada juga musik patrol yang sangat atratif dan bermacam-macam jenis seni dan budaya lainnya. Pak Nyoman Anom Mediana selaku ketua PHDI Sidoarjo berkomitmen untuk senantiasa akan perpartisipasi dalam acara sejenis untuk lebih mempromosikan budaya Bali, dan umat Hindunya di Sidoarjo. "Selalu Umat Hindu yang berdomisili di Sidoarjo hendaknya kita senantiasa berperan aktif dalam segala kegiatan yang diadakan oleh Pemda Sidoarjo" uja Anom Mediana dalam kesempatan wawancara dengan penulis.
Tuesday, 21 February 2012
DANA PARAMITHA
Sad Paramitha adalah enam jalan keutamaan untuk menuju keluhuran.
- Dana Paramitha artinya memberi dana atau sedekah baik berupa materiil maupun spirituil.
- Sila Paramitha artinya berpikir, berkata dan berbuat yang baik, suci dan luhur.
- Ksanti Paramitha pikiran tenang, tahan terhadap penghinaan dan segala penyebab sakit, terhadap orang dengki atau perbuatan tak benar dan kata-kata yang tidak baik.
- Wirya Paramitha artinya pikiran, kata-kata dan perbuatan yang teguh, tetap dan tidak berobah, tidak mengeluh terhadap apa yang dihadapi. Jadi yang termasuk Wirya Paramita ini adalah keteguhan pikiran (hati), kata-kata dan perbuatan untuk membela dan melaksanakan kebenaran.
- Dhyana Paramitha artinya niat mempersatukan pikiran untuk menelaah dan mencari jawaban atas kebenaran. Juga berarti pemusatan pikiran, terutama kepada Hyang Widhi dan cita-cita luhur untuk keselamatan.
- Pradnya Paramitha artinya kebijaksaanaan dalam menimbang-nimbang suatu kebenaran.
Monday, 13 February 2012
"GUSDURian" Audiensi dengan Parisada Sidoarjo
Tgl. 13 Pebruari 2012 jam 19.00 wib "Gusdurian Sidoarjo" mengadakan audiensi dengan Parisada Sidoarjo bertempat di Pura Jala Siddhi Amertha Juanda. Gusdurian adalah organisasi informal dimana anggotanya adalah anak-anak muda dari berbagai lintas agama yang ingin melanjutkan perjuangan Gusdur dengan paham nasionalis dan pluralis. Sebagai Koordinator Gusdurian ini adalah Mas Dody dari Candi Sidoarjo. "Gusdurian ini dibentuk sangat informasil dari hasil cangkruan anak-anak mudah" ujar Dodi. "Kami ingin mengajak pemudah Hindu Sidoarjo untuk bergabung dalam Gusdurian ini. Sampai saat ini anggota Gusdurian ini baru hanya dari Islam dan Protestan saja. Ke depan kami ingin mengajak seluruh pemuda dari semua agama baik Hindu, Budha, Kong Hu Chu maupun Katolik mau bergabung dalam Gusdurian" lanjut Dodi. Pak Anom Mediana selaku Ketua PHDI Sidoarjo berpendapat, sangat mendukung organisasi ini, karena Gusdur ada sosok yang dapat mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia. Mas Yudi dari pengurus Peradah Sidoarjo juga sangat mendukung dan berniat bergabung dalam Gusdurian ini. Hadir juga pada pertemuan ini para Wakil Ketua PHDI Sidoarjo antara lain : Pak Gusti Budiartha, Pak Nyoman Suartanaya, Pak Ketut Sumerta dan Pak Dewa Pastika. Semoga organisasi Gusdurian ini akan dapat membawa suara rakyat yang lebih besar tentang pentingnya jiwa nasionalisme dan pluralisme. Selamat berkarya para generasi muda Indonesia. (Mr.Pink)
Sunday, 21 August 2011
Upacara Memukur pertama kali di Sidoarjo

Hari Minggu 21 Agustus 2011 untuk pertama kalinya di Sidoarjo diadakan Upacara Memukur. Upacara ini diprakarsai oleh Sang Yajemana Bapak Mangku Nyoman Arya bekerja sama dengan Ketua Parisada Sidoarjo. Ada 5 pitara yang diupacarai yaitu : Mangku Istri Ni Made Artik (dari Sidoarjo) istri dari Bapak Mangku Nyoman Arya, Ibu Wayan Sudiartini (dari Surabaya), Bapak (Wayan Sudarma) dari Sidoarjo, Bapak Nyoman Ardika (dari Surabaya) dan Bapak Suharto (dari Sidoarjo). Selaku Manggala Upacara adalah Ida Pedanda Nabe Jala Karana Manuaba. Ini adalah merupakan Upacara Memukur pertama di Kabupaten Sidoarjo, maka Ketua Parisada Sidoarjo Bapak Nyoman Anom Mediana, menggunakan moment ini sebagai ajang sosialisasi kepada umat Hindu di Sidoarjo. Siswa Pashraman Jala Siddhi Amertha khususnya yang SMP dan SMA diwajibkan untuk hadir dalam acara tersebut serta mencatat semua kegiatan yang ada. Hadir juga 4 orang Pandita Nanak (murid dari Pandita Nabe), untuk menyaksikan upacara memukur ini, agar mengetahui seluruh proses yang dilalui yaitu : 2 orang Pandita dari Malang, 1 orang Pandita dari Blitar dan 1 orang lagi Pandita dari Kediri. Pada saat ngewali I Gusti Ketut Budiartha, S.Ag berperan sebagai penasar berkesempatan untuk menyampaikan Dharma Wacana singkat yang berisi tentang makna dari Upacara Memukur. Menurut Lontar Yama Purana Tattwa bahwa Upacara Memukur bisa dilaksanakan di 3 tempat yaitu : bisa di Merajan, bisa di halaman rumah dan bisa juga di tanah kosong atau tegalan. Namun jika dilaksanakan di tanah kosong, maka upacara Mecaru nya harus tingkatan yang lebih besar yaitu Rsi Gana, jika diadakan di merajan cukup dengan cari Panca Sata saja. Ditambahkan lagi, jika tubuh manusia diumpamakan sebutir telur yang terdiri dari kulit telur , putih telur dan kuning telur, maka kulit telur adalah Stula Sarira, putih telur adalah Suksme Sarira dan kuning telur adalah Anta Karana Sasira (Atman). Upacara Ngaben hanyalah memisahkan Stula Sarira untuk membersihkan unsur-unsur Panca Maha Bhuta agar kembali ke asalnya. Sedangkan Upacara Memukur adalah membersihkan Suksme Sarira dari unsur-unsur Panca Tan Matra. Kemudian Anta Karana Sarira /Atman akan dilinggihkan di Merajan keluarga yang bersangkutan. Setelah proses ini selesai, maka barulah sang Atman menunggu proses "pengadilan" oleh Betara Yama, sesuai dengan subha dan ashuba karma yang telah dilaksanakan di Mercapada. Oleh karena itu maka upacara Ngaben dan Memukur adalah upacara Yadnya yang wajib diaksanakan oleh pretisentana, agar roh sang pitara mengalami proses perjalanan yang tenang dan lancar sesuai dengan karma wasananya. Puncak Acara dalam memukur ini adalah Pemari Sudha Jagat dengan Topeng Sidakarya, yang ditarikan oleh I Gusti Ketut Budiartha S.Ag, dimana tarian ini adalah tari sakral yang konon berfungsi sebagai bukti bahwa upacara yang dilaksanakan telah selesai sesuai dengan dudonan yang direncanakan. Pak Gusti selaku penari Topeng Sidakarya mengatakan bahwa ini adalah pertama kali beliau menarikan Topeng Sidakarya, ada perasaan cemas dan waswas pada hari sebelumnya, namun astungkara semua dapat berjalan lancar ujar Pak Gusti. Astungkara ..
Wednesday, 17 August 2011
Tirthayatra WHDI Sidoarjo ke Pura Medang Kemulan
Pada hari Minggu 14 Agustus 2011 atas prakarsa ketua WHDI dan Ketua PHDI Sidoarjo, mengajak umat Hindu Sidoarjo Tirthayatra ke Pura Medang Kemulan Desa Mondoluku Gresik dan Pura Kerta Bumi Desa Wongso Gresik. Para Yatri berangkat dari Pura Jala Siddhi Amertha Sidoarjo jam 08.00 wib. Tiba di Pura Medang Kemulan sekitar jam 10.00 wib disambut oleh Parisada Gresik Pak Sai beserta umat Hindu Mondoluku yang berjumlah sekitar 10 KK. Acara pertama Sembahyang bersama yang dipimpin oleh Pemangku dari Pura Kerta Bumi Wongso yang diperbantukan di Pura Medang Kemulan selama proses rekrutment Pemangku yang baru yang berasal dari Mondoluku. Setelah itu dilanjutkan dengan Dharma Tula dengan narasumber Drs Nyoman Murba, M.Ag. Nampaknya Tirthayatra ini agak special karena tanpa diduga dapat bertemu dengan Pendharma Wacana handal Nyoman Murba, dimana beliau pernah memperoleh Juara-I dalam lomba Dharma Wacana Tingkat Nasional tahun 2001. Suasana yang sejuk dan dingin membuat para Yatri sangat senang berada berlama-lama untuk tinggal di Pura Medang Kemulan ini. Namun karena waktu, maka sekitar jam 13.00 wib perjalanan Tirtayatra dilanjutkan menuju Pura Kertabumi Desa Wongso. Dimana pura ini disungsung oleh 100% umat Hindu dari etnis Madura yang berjumlah kurang lebih 160 KK. Di Pura Kertabumi ini nampaknya pembinaan umat sudah sangat mapan dan mantap, semua komponen dari yang anak-anak sampai yang tua semua aktif dalam kegiatan keagamaan. Persembahyang bersama dilaksanakan secara teratur 3 kali sehari. Pura ini patut menjadi tauladan kita semua dalam menjalankan kegiatan peribadatan. Semoga Hyang Widhi senantiasa memberi jalan terang kepada orang-orang yang berhati mulya.
Wednesday, 23 February 2011
Proposal Pembangunan Wantilan dan Pashraman
Wednesday, 16 February 2011
Kabupaten Sidoarjo menyabet Juara Umum II

Selengkapnnya Medali yang diperoleh oleh Kontingen Kabupaten Sidoarjo sbb :
JUARA I (MEDALI EMAS) :
1. Ni Putu A. Septiandari
2. I Dewa Agung Ayu Dian O.
PALAWAKYA REMAJA PUTRI
1. Made Dwipayani
2. Ni Made Ayunda Darma Tirsani
SLOKA REMAJA PUTRI
1. I Dewa Agung Ayu Tri Laksmi
2. Desak Ayu Awatari Widi
JUARA II (MEDALI PERAK) :
PALAWAKYA REMAJA PUTRA
1. I Made Krisna Dwi Suputra
2. Putu Krishnanda Supriyatna
PALAWAKYA REMAJA PUTRI
1. I Gusti Ayu Feronicha
2. Kadek Ayu Chandra Dewi
SLOKA REMAJA PUTRI
1. Ni Luh Mahariani
2. Ayuni Dina Sawitri
JUARA III (MEDALI PERUNGGU) :
PALAWAKYA REMAJA PUTRA
1. Putu Agus Jegantara Wiguna
2. Bagus Adhyana Deva
SLOKA REMAJA PUTRA
1. Made Dias Pamara
2. I Putu Asev Mahardika
DHARMA WACANA REMAJA PA.
1. Ketut Adi Ananta Santika
DHARMA WACANA REMAJA PI.
1. Rachma Cintya Devi
Monday, 18 October 2010
Parisada Sidoarjo Akan mengadakan “Utsawa Dharmagitha Kab. Sidoarjo 2010” bulan Nopember 2010
Menunjuk Program Kerja PHDI Kab. Sidoarjo Tahun 2010, maka Parisada Sidoarjo akan menyelenggarakan lomba / Utsawa Dharma Githa Tingkat Kabupaten Sidoarjo, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Weda, serta meningkatkan Sradha dan Bhakti sebagai landasan terbentuknya akhlak yang mulia bagi masyarakat. Juga memilih peserta terbaik masing masing bidang lomba untuk menghadapi acara Utsawa tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2011.
Berikut beberapa hal penting yang perlu dikethui oleh Umat Hindu Sidoarjo terkait UDG Kab. Sidoarjo Tahun 2010 antara lain :
Waktu dan Tempat Pelaksanaan lomba : Minggu , 12 Desember 2010, Pura Penataran Agung Margowening, Krembung ,Sidoarjo
Jenis Lomba :
Pembacaan Sloka Remaja
1. Pembacaan Palawakya Remaja
2. Menghafal Mantra Veda Remaja
3. Dharma Wacana Remaja
4. Pembacaan Palawakya Dewasa
5. Kidung Dewa Yadnya beregu.
Peserta Lomba : Semua Sektor Se-Kabupaten Sidoarjo serta Wakil Pasraman Pura JSA dan Pura Krembung. , dengan jumlah peserta masing2 lomba sbb:
Pembacaan Sloka Remaja 2 orang
Pembacaan Palawakya Remaja 2 orang.
Menghafal Mantra Veda Remaja 1 orang
Dharma Wecana Remaja 1 orang.
Pembacaan Palawakya Dewasa 2 orang
Kidung Dewa Yadnya 5-10 orang
Materi / Naskah lomba : ( dapat menghubungi panitia )
Batas akhir Pendaftaran : 21 Nopember 2010 ,
Ketentuan Umum Lomba :
- Umur peserta Lomba tingkat Remaja : Max 19 tahun, per juni 2011, sedangkan peserta dewasa bebas.
- Busana Lomba : pakaian sembahyang , bebas, rapi dan sopan
- Keikutsertaan peserta lomba dibatasi : Max 2 (dua) buah Jenis Lomba..
- Utsawa Jenis Lomba akan dilaksanakan Minimum ada 2 kontingen yang mendaftar.
- Kriterian umum penilaian : Busana, penguasaan audiens, Kesesuaian Suara, Ucapan. ; + Sistematika, penguasaan Materi untuk lomba DW ;
- Pembacaan Sloka atau Palawakya : 2 ( Dua ) Mantra : Wajid dan Pilihan.
- Perlombaan Kidung : 1 (Satu) Kidung Wajib + 1 ( Kidung ) Kidung Pilihan. ( materi : kidung Bali dan atau Kidung Jawa )
- Materi Lomba Menghafal Mantra Weda : Mantra Puja Tri Sandhya dan Kramaning Sembah berserta artinya.
- Tema Dharma Wacana : Dana Punia, Cinta Kasih,Pengendalian Diri ,dsb.
Kontak panitia :
Bapak Nyoman Suartanaya , HP:08123567684, tlp : 8060317
Bapak Putu Sudira, Flexi : 031-70979966, HP. 0811348315, email ; putus@telkom.co.id.
Semoga acara tersebut akan dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk Hindu Sidoarjo khususnya.