PHDI SIDOARJO
Showing posts with label Berita PHDI. Show all posts
Showing posts with label Berita PHDI. Show all posts

Sunday, 11 March 2012

PHDI Sidoarjo ikur serta dalam Pawai Budaya Sidoarjo 10 Maret 2012

Sadar akan heteroginitas penduduk Sidoarjo, maka Bupati Sidoarjo tidak mau melewatkan kesempatan untuk menampilkan budaya-budaya yang ada di Sidoarjo terdiri dari berbagai etnis, Suku dan Agama. Bupati Sidoarjo ingin memperkokoh akan persatuan dan kesatuan diantara penduduk Sidoarjo, maka dari itu sejak tahun 2011 yang lalu diadakan Pawai Budaya Kabupaten Sidoarjo. Untuk Tahun 2012 ini diadakan pada tanggal 10 Maret 2012, dengan menampilkan para siswa SMA yang berpakaian daerah dari Sabang sampai Merauke. Juga seni dan budaya ditampilkan antara lan : blenganjur plus 2 ogoh-oroh dari etnis bali, ada juga reog Ponorogo, ada juga Barong say, ada juga musik patrol yang sangat atratif dan bermacam-macam jenis seni dan budaya lainnya. Pak Nyoman Anom Mediana selaku ketua PHDI Sidoarjo berkomitmen untuk senantiasa akan perpartisipasi dalam acara sejenis untuk lebih mempromosikan budaya Bali, dan umat Hindunya di Sidoarjo. "Selalu Umat Hindu yang berdomisili di Sidoarjo hendaknya kita senantiasa berperan aktif dalam segala kegiatan yang diadakan oleh Pemda Sidoarjo" uja Anom Mediana dalam kesempatan wawancara dengan penulis.

Tuesday, 21 February 2012

DANA PARAMITHA

Berdasarkan kesepakatan umat Hindu Sidoarjo melalui rapat Ketua-ketua Sektor, dimana setiap Piodalan baik di Pura Penataran Agung Margo Wening Krembung, maupun Piodalan di Pura Jala Siddhi Amertha, Juanda Sidoarjo setiap Kepala Keluarga dikenakan punia wajib sebesar Rp.30.000 untuk menutup seluruh biaya yang dikeluarkan terkait dengan Piodalan tersebut. Dana ini diberi nama DANA PARAMITHA. Namun umat diakar rumput masih banyak yang belum tahu apa arti DANA PARAMITHA tersebut. Terkait hal tersebut, maka kami kutipkan dari beberapa sumber tentang SAD PARAMITHA (6 jenis keluhuran/kebaikan)

Sad Paramitha adalah enam jalan keutamaan untuk menuju keluhuran.
  1. Dana Paramitha artinya memberi dana atau sedekah baik berupa materiil maupun spirituil.
  2. Sila Paramitha artinya berpikir, berkata dan berbuat yang baik, suci dan luhur.
  3. Ksanti Paramitha pikiran tenang, tahan terhadap penghinaan dan segala penyebab sakit, terhadap orang dengki atau perbuatan tak benar dan kata-kata yang tidak baik.
  4. Wirya Paramitha artinya pikiran, kata-kata dan perbuatan yang teguh, tetap dan tidak berobah, tidak mengeluh terhadap apa yang dihadapi. Jadi yang termasuk Wirya Paramita ini adalah keteguhan pikiran (hati), kata-kata dan perbuatan untuk membela dan melaksanakan kebenaran.
  5. Dhyana Paramitha artinya niat mempersatukan pikiran untuk menelaah dan mencari jawaban atas kebenaran. Juga berarti pemusatan pikiran, terutama kepada Hyang Widhi dan cita-cita luhur untuk keselamatan.
  6. Pradnya Paramitha artinya kebijaksaanaan dalam menimbang-nimbang suatu kebenaran.
Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua. (Mr.Pink)

Monday, 13 February 2012

"GUSDURian" Audiensi dengan Parisada Sidoarjo

Tgl. 13 Pebruari 2012 jam 19.00 wib "Gusdurian Sidoarjo" mengadakan audiensi dengan Parisada Sidoarjo bertempat di Pura Jala Siddhi Amertha Juanda. Gusdurian adalah organisasi informal dimana anggotanya adalah anak-anak muda dari berbagai lintas agama yang ingin melanjutkan perjuangan Gusdur dengan paham nasionalis dan pluralis. Sebagai Koordinator Gusdurian ini adalah Mas Dody dari Candi Sidoarjo. "Gusdurian ini dibentuk sangat informasil dari hasil cangkruan anak-anak mudah" ujar Dodi. "Kami ingin mengajak pemudah Hindu Sidoarjo untuk bergabung dalam Gusdurian ini. Sampai saat ini anggota Gusdurian ini baru hanya dari Islam dan Protestan saja. Ke depan kami ingin mengajak seluruh pemuda dari semua agama baik Hindu, Budha, Kong Hu Chu maupun Katolik mau bergabung dalam Gusdurian" lanjut Dodi. Pak Anom Mediana selaku Ketua PHDI Sidoarjo berpendapat, sangat mendukung organisasi ini, karena Gusdur ada sosok yang dapat mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia. Mas Yudi dari pengurus Peradah Sidoarjo juga sangat mendukung dan berniat bergabung dalam Gusdurian ini. Hadir juga pada pertemuan ini para Wakil Ketua PHDI Sidoarjo antara lain : Pak Gusti Budiartha, Pak Nyoman Suartanaya, Pak Ketut Sumerta dan Pak Dewa Pastika. Semoga organisasi Gusdurian ini akan dapat membawa suara rakyat yang lebih besar tentang pentingnya jiwa nasionalisme dan pluralisme. Selamat berkarya para generasi muda Indonesia. (Mr.Pink)

Sunday, 21 August 2011

Upacara Memukur pertama kali di Sidoarjo


Hari Minggu 21 Agustus 2011 untuk pertama kalinya di Sidoarjo diadakan Upacara Memukur. Upacara ini diprakarsai oleh Sang Yajemana Bapak Mangku Nyoman Arya bekerja sama dengan Ketua Parisada Sidoarjo. Ada 5 pitara yang diupacarai yaitu : Mangku Istri Ni Made Artik (dari Sidoarjo) istri dari Bapak Mangku Nyoman Arya, Ibu Wayan Sudiartini (dari Surabaya), Bapak (Wayan Sudarma) dari Sidoarjo, Bapak Nyoman Ardika (dari Surabaya) dan Bapak Suharto (dari Sidoarjo). Selaku Manggala Upacara adalah Ida Pedanda Nabe Jala Karana Manuaba. Ini adalah merupakan Upacara Memukur pertama di Kabupaten Sidoarjo, maka Ketua Parisada Sidoarjo Bapak Nyoman Anom Mediana, menggunakan moment ini sebagai ajang sosialisasi kepada umat Hindu di Sidoarjo. Siswa Pashraman Jala Siddhi Amertha khususnya yang SMP dan SMA diwajibkan untuk hadir dalam acara tersebut serta mencatat semua kegiatan yang ada. Hadir juga 4 orang Pandita Nanak (murid dari Pandita Nabe), untuk menyaksikan upacara memukur ini, agar mengetahui seluruh proses yang dilalui yaitu : 2 orang Pandita dari Malang, 1 orang Pandita dari Blitar dan 1 orang lagi Pandita dari Kediri. Pada saat ngewali I Gusti Ketut Budiartha, S.Ag berperan sebagai penasar berkesempatan untuk menyampaikan Dharma Wacana singkat yang berisi tentang makna dari Upacara Memukur. Menurut Lontar Yama Purana Tattwa bahwa Upacara Memukur bisa dilaksanakan di 3 tempat yaitu : bisa di Merajan, bisa di halaman rumah dan bisa juga di tanah kosong atau tegalan. Namun jika dilaksanakan di tanah kosong, maka upacara Mecaru nya harus tingkatan yang lebih besar yaitu Rsi Gana, jika diadakan di merajan cukup dengan cari Panca Sata saja. Ditambahkan lagi, jika tubuh manusia diumpamakan sebutir telur yang terdiri dari kulit telur , putih telur dan kuning telur, maka kulit telur adalah Stula Sarira, putih telur adalah Suksme Sarira dan kuning telur adalah Anta Karana Sasira (Atman). Upacara Ngaben hanyalah memisahkan Stula Sarira untuk membersihkan unsur-unsur Panca Maha Bhuta agar kembali ke asalnya. Sedangkan Upacara Memukur adalah membersihkan Suksme Sarira dari unsur-unsur Panca Tan Matra. Kemudian Anta Karana Sarira /Atman akan dilinggihkan di Merajan keluarga yang bersangkutan. Setelah proses ini selesai, maka barulah sang Atman menunggu proses "pengadilan" oleh Betara Yama, sesuai dengan subha dan ashuba karma yang telah dilaksanakan di Mercapada. Oleh karena itu maka upacara Ngaben dan Memukur adalah upacara Yadnya yang wajib diaksanakan oleh pretisentana, agar roh sang pitara mengalami proses perjalanan yang tenang dan lancar sesuai dengan karma wasananya. Puncak Acara dalam memukur ini adalah Pemari Sudha Jagat dengan Topeng Sidakarya, yang ditarikan oleh I Gusti Ketut Budiartha S.Ag, dimana tarian ini adalah tari sakral yang konon berfungsi sebagai bukti bahwa upacara yang dilaksanakan telah selesai sesuai dengan dudonan yang direncanakan. Pak Gusti selaku penari Topeng Sidakarya mengatakan bahwa ini adalah pertama kali beliau menarikan Topeng Sidakarya, ada perasaan cemas dan waswas pada hari sebelumnya, namun astungkara semua dapat berjalan lancar ujar Pak Gusti. Astungkara ..

Wednesday, 17 August 2011

Tirthayatra WHDI Sidoarjo ke Pura Medang Kemulan


Pada hari Minggu 14 Agustus 2011 atas prakarsa ketua WHDI dan Ketua PHDI Sidoarjo, mengajak umat Hindu Sidoarjo Tirthayatra ke Pura Medang Kemulan Desa Mondoluku Gresik dan Pura Kerta Bumi Desa Wongso Gresik. Para Yatri berangkat dari Pura Jala Siddhi Amertha Sidoarjo jam 08.00 wib. Tiba di Pura Medang Kemulan sekitar jam 10.00 wib disambut oleh Parisada Gresik Pak Sai beserta umat Hindu Mondoluku yang berjumlah sekitar 10 KK. Acara pertama Sembahyang bersama yang dipimpin oleh Pemangku dari Pura Kerta Bumi Wongso yang diperbantukan di Pura Medang Kemulan selama proses rekrutment Pemangku yang baru yang berasal dari Mondoluku. Setelah itu dilanjutkan dengan Dharma Tula dengan narasumber Drs Nyoman Murba, M.Ag. Nampaknya Tirthayatra ini agak special karena tanpa diduga dapat bertemu dengan Pendharma Wacana handal Nyoman Murba, dimana beliau pernah memperoleh Juara-I dalam lomba Dharma Wacana Tingkat Nasional tahun 2001. Suasana yang sejuk dan dingin membuat para Yatri sangat senang berada berlama-lama untuk tinggal di Pura Medang Kemulan ini. Namun karena waktu, maka sekitar jam 13.00 wib perjalanan Tirtayatra dilanjutkan menuju Pura Kertabumi Desa Wongso. Dimana pura ini disungsung oleh 100% umat Hindu dari etnis Madura yang berjumlah kurang lebih 160 KK. Di Pura Kertabumi ini nampaknya pembinaan umat sudah sangat mapan dan mantap, semua komponen dari yang anak-anak sampai yang tua semua aktif dalam kegiatan keagamaan. Persembahyang bersama dilaksanakan secara teratur 3 kali sehari. Pura ini patut menjadi tauladan kita semua dalam menjalankan kegiatan peribadatan. Semoga Hyang Widhi senantiasa memberi jalan terang kepada orang-orang yang berhati mulya.

Wednesday, 23 February 2011

Proposal Pembangunan Wantilan dan Pashraman


Kepada Yth;
Umat Hindu
di seluruh Indonesia

Om Swastyastu

Kami Panitia Pembangunan Wantilan dan Pashraman Jala Siddhi Amertha, dengan ini ingin mengetuk hari para bapak/ibu di manapun berada, untuk ikut berdana-punia dalam pembangunan Wantilan dan Pashraman di Pura Jala Siddhi Amertha Kabupaten Sidoarjo. Adapun alasan pembangunan ini karena pashraman existing akan segera dibongkar atas pemintaan TNI AL karena tanahnya memang milik TNI AL, akan segera difungsikan. Kami diberi batas waktu sampai bulan Mei 2011. Oleh karena itu kami selaku panitia merasa punya tanggung jawab moral untuk segera membangun pashraman ini agar anak-anak kita tetap dapat memperoleh pendidikan agama Hindu sesuai keinginan kita bersama. Semoga Hyang Widhi memberikan sinar suci sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar tanpa halangan yang berarti.

Atas partisipasi bapak/ibu melalui dana-punia, kami sampaikan terima kasih, semoga kita senantiasa mendapat karuniaNYA. Tat Astu Swaha.


Om Santih Sanith Santih Om
NB. Proposal diatas bisa di klik kanan Save-As

Wednesday, 16 February 2011

Kabupaten Sidoarjo menyabet Juara Umum II


Utsawa Dharma Githa tingkat Propinsi Jawa Timur telah dilaksanakan tgl. 15 Pebruari 2011, bertempat di Sekolah Hindu Tri Murti Kecamatan Pakisaji Malang. Untuk soal yang satu ini Kabupaten Sidoarjo tidak mau ketinggalan dalam partisipasinya sebagai peserta. Dengan jumlah kurang lebih 40 orang termasuk official dan peserta, Kabupaten Sidoarjo dengan rasa optimis berangkat menuju Pakisaji Malang untuk adu kemampuan, dipimpin oleh Ketua Kontingen yaitu Anak Agung Cok SH dan tidak ketinggalan Ketua PHDI Sidoarjo Bapak Anom Mediana juga hadir dalam acara tersebut. Hampir semua bidang lomba kita ikuti. Acara pembukaan dimulai kurang lebih jam 09.00 wib, kemudian acara lomba dimulai tepat pukul 11.00 wib. Sekilas dapat dilaporkan bahwa rupanya persiapan panitia kurang solid, ini dapat dibuktikan dengan tidak adanya sound system di tempat masing-masing bidang lomba diadakan. Sound System hanya ada 1 set di tempat pembukaan saja, Dapat dibayangkan, peserta dan dewan juri harus bekerja keras agar suaranya bisa kedengaran. Namun secara keseluruhan, acara lomba dapat berjalan lancar tanpa ada halangan yang berarti. Utsawa Dharma Githa ditutup kurang lebih jam 16.30. Dimana Kabupaten Sidoarjo berada sebagai Juara Umum II dengan 3 medali Emas, 3 medali Perak dan 4 medali perunggu, dibawah Kota Madya Surabaya. Anom Mediana selaku Ketua PHDI Kab. Sidoarjo menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi kepada peserta dan pelatih karena telah mencapai hasil yang Excelent. Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang kita dapat mencapai Juara Umum I. Astungkara .... (Mr.Pink)

Selengkapnnya Medali yang diperoleh oleh Kontingen Kabupaten Sidoarjo sbb :

JUARA I (MEDALI EMAS) :

PALAWAKYA DEWASA PUTRI
1. Ni Putu A. Septiandari
2. I Dewa Agung Ayu Dian O.

PALAWAKYA REMAJA PUTRI
1. Made Dwipayani
2. Ni Made Ayunda Darma Tirsani

SLOKA REMAJA PUTRI
1. I Dewa Agung Ayu Tri Laksmi
2. Desak Ayu Awatari Widi

JUARA II (MEDALI PERAK) :

PALAWAKYA REMAJA PUTRA
1. I Made Krisna Dwi Suputra
2. Putu Krishnanda Supriyatna

PALAWAKYA REMAJA PUTRI
1. I Gusti Ayu Feronicha
2. Kadek Ayu Chandra Dewi

SLOKA REMAJA PUTRI
1. Ni Luh Mahariani
2. Ayuni Dina Sawitri

JUARA III (MEDALI PERUNGGU) :

PALAWAKYA REMAJA PUTRA
1. Putu Agus Jegantara Wiguna
2. Bagus Adhyana Deva

SLOKA REMAJA PUTRA
1. Made Dias Pamara
2. I Putu Asev Mahardika

DHARMA WACANA REMAJA PA.
1. Ketut Adi Ananta Santika

DHARMA WACANA REMAJA PI.
1. Rachma Cintya Devi

Monday, 18 October 2010

Parisada Sidoarjo Akan mengadakan “Utsawa Dharmagitha Kab. Sidoarjo 2010” bulan Nopember 2010

Menunjuk Program Kerja PHDI Kab. Sidoarjo Tahun 2010, maka Parisada Sidoarjo akan menyelenggarakan lomba / Utsawa Dharma Githa Tingkat Kabupaten Sidoarjo, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Weda, serta meningkatkan Sradha dan Bhakti sebagai landasan terbentuknya akhlak yang mulia bagi masyarakat. Juga memilih peserta terbaik masing masing bidang lomba untuk menghadapi acara Utsawa tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2011.

Berikut beberapa hal penting yang perlu dikethui oleh Umat Hindu Sidoarjo terkait UDG Kab. Sidoarjo Tahun 2010 antara lain :

Waktu dan Tempat Pelaksanaan lomba : Minggu , 12 Desember 2010, Pura Penataran Agung Margowening, Krembung ,Sidoarjo

Jenis Lomba :
Pembacaan Sloka Remaja
1. Pembacaan Palawakya Remaja
2. Menghafal Mantra Veda Remaja
3. Dharma Wacana Remaja
4. Pembacaan Palawakya Dewasa
5. Kidung Dewa Yadnya beregu.

Peserta Lomba : Semua Sektor Se-Kabupaten Sidoarjo serta Wakil Pasraman Pura JSA dan Pura Krembung. , dengan jumlah peserta masing2 lomba sbb:

Pembacaan Sloka Remaja 2 orang
Pembacaan Palawakya Remaja 2 orang.
Menghafal Mantra Veda Remaja 1 orang
Dharma Wecana Remaja 1 orang.
Pembacaan Palawakya Dewasa 2 orang
Kidung Dewa Yadnya 5-10 orang

Materi / Naskah lomba : ( dapat menghubungi panitia )

Batas akhir Pendaftaran : 21 Nopember 2010 ,


Ketentuan Umum Lomba :
- Umur peserta Lomba tingkat Remaja : Max 19 tahun, per juni 2011, sedangkan peserta dewasa bebas.
- Busana Lomba : pakaian sembahyang , bebas, rapi dan sopan
- Keikutsertaan peserta lomba dibatasi : Max 2 (dua) buah Jenis Lomba..
- Utsawa Jenis Lomba akan dilaksanakan Minimum ada 2 kontingen yang mendaftar.
- Kriterian umum penilaian : Busana, penguasaan audiens, Kesesuaian Suara, Ucapan. ; + Sistematika, penguasaan Materi untuk lomba DW ;
- Pembacaan Sloka atau Palawakya : 2 ( Dua ) Mantra : Wajid dan Pilihan.
- Perlombaan Kidung : 1 (Satu) Kidung Wajib + 1 ( Kidung ) Kidung Pilihan. ( materi : kidung Bali dan atau Kidung Jawa )
- Materi Lomba Menghafal Mantra Weda : Mantra Puja Tri Sandhya dan Kramaning Sembah berserta artinya.
- Tema Dharma Wacana : Dana Punia, Cinta Kasih,Pengendalian Diri ,dsb.

Kontak panitia :

Bapak Nyoman Suartanaya , HP:08123567684, tlp : 8060317
Bapak Putu Sudira, Flexi : 031-70979966, HP. 0811348315, email ; putus@telkom.co.id.

Semoga acara tersebut akan dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk Hindu Sidoarjo khususnya.

Sunday, 19 September 2010

LATIHAN MEDITASI ANGKA DI PURA JSA SIDOARJO


Atas keinginan Ketua PHDI Sidoarjo, agar di Sidoarjo digalakKan latihan Meditasi, akhirnya disepakati memulai latihan tgl. 19 September 2010 Hari Minggu jam 12.00 wib, dengan memilih Meditasi Angka untuk dijadikan standart meditasi di Sidoarjo. Kenapa memilih Meditasi Angka ? Karena Meditasi ini sangat mudah dilaksanakan setiap saat dimanapun kita berada. Dengan waktu cukup 5 menit saja kita sudah dapat melaksanakan Meditasi ini. Namun jika kita kebetulan punya waktu lebih panjang, dapat digunakan standard yang lebih lama. Jika kita mengacu ajaran Astangga Yoga nya Rsi Patanjali, maka ada 8 tahan yang harus kita laksanakan untuk melaksanakan Yoga yaitu : Yama Brata, Niyama Brata, Asana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana dan Semadhi. Latihan kali ini dipandu oleh seorang Guru yang lama menuntut ilmu di India. Nama kecil beliau adalah I Made Dharmayasa, setelah menamatkan PGAH di Denpasar beliau sempat kuliah di IHD (sekarang UNHI). Namun kuliah belum selesai, lalu pergi ke India untuk melanjutkan kuliah di University Of Delhi. Setelah mendapatkan gelar Sarjana Sansekerta, kemudian bekerja di Kedutaan Indonesia di India kurang lebih selama 15 tahun. Dalam kurang waktu tersebutlah beliau "berburu" spiritual lewat seorang guru di India dan akhirnya beliau didikse di dengan nama Rasa Acharya Praburaja Dharmayasa. Latihan diawali dengan Dharmawacana yang terkait dengan Meditasi, kemudian dilanjutkan dengan Yoga Asana yaitu Surya Namaskara untuk melemaskan otot-otot yang kaku. Kemudian kita diminta memilih salah satu Angka favourite kita, kemudian Pratyahara yaitu memindahkan focus pikiran kita kepada Angka yang dipilih, disertai mengingat leluhur dan memuja Hyang Widhi, kemudian focus pikiran diterusan ke Charka-Chakra yang kita miliki, terus menerus jangan sampai putus, terus dan terus. Jika focus pikiran kita sudah satu dan tidak terputus, itu disebut dengan Dhyana (Meditasi), dimana bagi orang-orang suci akan bisa mencapai Samadhi (mokhsah semasih hidup). Untuk kita-kita yang pemula, cukup sampai di Dhyana saja dulu dan latihan diteruskan secara kontinyu, diyakini akan bisa mencapai Samadhi juga. Setelah Meditasi selesai dilanjutkan dengan konsultasi spritual secara pribadi (pengobatan). Jumlah yang ikut dalam mengobatan ini sebanyak 30 orang, masing-masing kurang lebih membutuhkan waktu 15 menit, sehingga sesi ini berakhir sampai jam 22.00 wib. Astungkara acara ini dapat berjalan lancar. Kegiatan meditasi di Sidoarjo akan diteruskan setiap hari Kamis jam 19.00 sampai selesai. (Mr.Pink).

Tuesday, 7 September 2010

POTONG GIGI MASSAL DI SIDOARJO


Atas Prakarsa PHDI Sidoarjo, akhirnya Upacara Potong Gigi Massal jadi dan telah dilaksanakan tgl. 4 September 2010 hari Sabtu yang baru lalu bertempat di Mandala Madya Pura Jala SIddhi Amertha Juanda Sidoarjo. Jumlah peserta semuanya sebanyak 49 orang terdiri dari 27 orang wanita dan 22 orang laki-laki, mereka berasal dari berbagai daerah antara lain : Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Blitas, Nganjuk, Gresik dsbnya. Untuk biaya, masing-masing peserta dikenakan iuran sebesar Rp.500.000,- perorang. Ini sangat dirasa meringankan bagi peserta. Seorang umat berpendapat, hendaknya upacara sejenis bisa dilaksanakan oleh PHDI Sidoarjo secara rutin 2 atau 3 tahun sekali. "Jika kita mengadakan potong gigi harus pulang ke Bali, banyak hal yang menjadi pertimbangan, disamping biaya yang sangat tinggi, juga harus cuti mengorbankan waktu yang cukup panjang" ujar salah seorang peserta. "Jika diadakan disini, butuh waktu hanya 1 hari sangat efisien", lanjutnya. Rangkaian acara mulai dari tgl. 3 September 2010 jam 16.00 wib Upacara Rajasewala, diteruskan dengan sungkeman. Kemudian tgl. 4 September 2010, sebelum potong gigi dilaksanakan didahului dengan mejarah peserta. Upacara dimulai pukul 08.00 dan selesai sekitar jam 11.00 wib hanya 3 jam sudah selesai. Yang agak istimewa pada acara ini adalah : I Da Pedande Gede Anom Jala Karana Manuaba berkenan memberi DHarma Wacana singkat prihal Potong Gigi ini. Secara keseluruhan seluruh upacara dapat berjalan lancar tanpa halangan. Astungkara. (Mr. Pink)

Tuesday, 13 April 2010

Berita Sudhi Wadani dan Samskara Wiwaha


Sejak terbentuk pengurus baru PHDI Sidoarjo yang dilantik tanggal 17 Desember 2009 sampai bulan Maret 2010 PHDI Sidoarjo telah melaksanakan tugas pengesahan Samskara Wiwaha sebanyak 3 kali (3 pasang pengantin) dan rencananya tgl 20 April 2010 akan menyusul dari Sektor Tropodo Sidoarjo 1 pasang pengantin lagi. Uniknya dari keempat pasang pengantin tersebut, salah satu pasangannya berasal dari non Hindu sehingga sebelum Upacara Wiwaha (Akad Nikah) dilangsungkan, harus didahului dengan upacara Sudhi Wadani.

Ke-4 pasangan pengantin tersebut adalah sebagai berikut :
1. Dewa Kadek Wisnu W dgn Nur Aisyahwati (Sektor Trosobo)
2. Arif Rahman Saputra dgn Ni Luh Made Puspawati (Sektor Waru)
3. I Made Darsana Wibawa dgn Novi Mustika Rini (Sektor Waru)
4. Satu lagi dari Sektor Tropodo data menyusul, karena Samsara Wiwaha akan dilaksanakan tgl. 20 April 2010.

Sebelum pelaksanaan sudhiwidani dan wiwaha samskara, team konseling PHDI memberikan pembekalan tentang hidup berumahtangga (Grahasta) dan mekanisme pengurusan administrasi surat nikah termasuk catatan sipil. Form-form N1, N2, N3, N4, dst, FC KTP, akte kelahiran, pas foto dll serta pemberitahuan jadwal pernikahan sudah masuk catatan sipil paling lambat 2 minggu sebelumnya. Untuk selanjutnya PHDI akan membuatkan bentuk sosialisasi yang standard tentang prosedur pernikahan kepada umat Hindu di Sidoarjo sehingga mekanisme pengurusan administrasi maupun pembekalan untuk wiwaha samskara akan menjadi jelas dan tidak membingungkan yang bersangkutan. Selanjutnya harapan dari Ketua PHDI Sidoarjo Anom Mediana, agar para Taruna-taruni Hindu bisa mengikuti jejak 4 seniornya yang telah mendahului melaksanakan pernikahan. Astungkara (Mr. Pink)