PHDI SIDOARJO

Saturday, 2 June 2012

HUT FORMI KE-1 KAB.SIDOARJO

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-I FORMI (Federasi Olahraga dan Seni Masyarakat Indonesia) Pemkab Sidoarjo mengadakan pawai budaya. Dalam sambutannya Bupari Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan bawah Formi ini adalah mengelola olahraga dalam fungsinya sebagai hiburan. Agak berbeda dengan KONI yang membina berbagai cabang olahraga untuk mencari rpestasi. Disamping mengelola dan membina olahraga, Formi juga mengelola dan membina berbagai budaya. Disamping berbagai cabang olahraga dan seni, terdapat juga di dalamnya berbagai komunitas antara lain : komunitas ogoh-ogoh, komunitas, liong-loing, komunitas barong say, komunitas musik patrol dll. Dalam HUT Formi kali ini, Umat Hindu Sidoarjo menampilkan tema Pengantin Hindu, yang diiringi dengan dayang-dayang, penasar, bondres dan ogoh-ogoh.Penampilan ogoh-ogoh ini paling menarik pehatian masyarakat yang menyaksikan. Tabuh bleganjur yang menggelegar juga tarian atraktif dari ogoh-ogoh dan anoman sangat membuat suasana menjadi sangat meriah. Tidak ketinggalan ditampilkan juga Reog Ponorogo dari Pura Jagad Dumadi Laban Gresik yang dipimpin oleh Bapak Sumiyono. Demi sukses nya acara ini PHDI Sidoarjo bekerja sama dengan Pembimas Hindu Jatim (Bapak Drs. Made Dwiana).

Sunday, 11 March 2012

PHDI Sidoarjo ikur serta dalam Pawai Budaya Sidoarjo 10 Maret 2012

Sadar akan heteroginitas penduduk Sidoarjo, maka Bupati Sidoarjo tidak mau melewatkan kesempatan untuk menampilkan budaya-budaya yang ada di Sidoarjo terdiri dari berbagai etnis, Suku dan Agama. Bupati Sidoarjo ingin memperkokoh akan persatuan dan kesatuan diantara penduduk Sidoarjo, maka dari itu sejak tahun 2011 yang lalu diadakan Pawai Budaya Kabupaten Sidoarjo. Untuk Tahun 2012 ini diadakan pada tanggal 10 Maret 2012, dengan menampilkan para siswa SMA yang berpakaian daerah dari Sabang sampai Merauke. Juga seni dan budaya ditampilkan antara lan : blenganjur plus 2 ogoh-oroh dari etnis bali, ada juga reog Ponorogo, ada juga Barong say, ada juga musik patrol yang sangat atratif dan bermacam-macam jenis seni dan budaya lainnya. Pak Nyoman Anom Mediana selaku ketua PHDI Sidoarjo berkomitmen untuk senantiasa akan perpartisipasi dalam acara sejenis untuk lebih mempromosikan budaya Bali, dan umat Hindunya di Sidoarjo. "Selalu Umat Hindu yang berdomisili di Sidoarjo hendaknya kita senantiasa berperan aktif dalam segala kegiatan yang diadakan oleh Pemda Sidoarjo" uja Anom Mediana dalam kesempatan wawancara dengan penulis.

Tuesday, 21 February 2012

DANA PARAMITHA

Berdasarkan kesepakatan umat Hindu Sidoarjo melalui rapat Ketua-ketua Sektor, dimana setiap Piodalan baik di Pura Penataran Agung Margo Wening Krembung, maupun Piodalan di Pura Jala Siddhi Amertha, Juanda Sidoarjo setiap Kepala Keluarga dikenakan punia wajib sebesar Rp.30.000 untuk menutup seluruh biaya yang dikeluarkan terkait dengan Piodalan tersebut. Dana ini diberi nama DANA PARAMITHA. Namun umat diakar rumput masih banyak yang belum tahu apa arti DANA PARAMITHA tersebut. Terkait hal tersebut, maka kami kutipkan dari beberapa sumber tentang SAD PARAMITHA (6 jenis keluhuran/kebaikan)

Sad Paramitha adalah enam jalan keutamaan untuk menuju keluhuran.
  1. Dana Paramitha artinya memberi dana atau sedekah baik berupa materiil maupun spirituil.
  2. Sila Paramitha artinya berpikir, berkata dan berbuat yang baik, suci dan luhur.
  3. Ksanti Paramitha pikiran tenang, tahan terhadap penghinaan dan segala penyebab sakit, terhadap orang dengki atau perbuatan tak benar dan kata-kata yang tidak baik.
  4. Wirya Paramitha artinya pikiran, kata-kata dan perbuatan yang teguh, tetap dan tidak berobah, tidak mengeluh terhadap apa yang dihadapi. Jadi yang termasuk Wirya Paramita ini adalah keteguhan pikiran (hati), kata-kata dan perbuatan untuk membela dan melaksanakan kebenaran.
  5. Dhyana Paramitha artinya niat mempersatukan pikiran untuk menelaah dan mencari jawaban atas kebenaran. Juga berarti pemusatan pikiran, terutama kepada Hyang Widhi dan cita-cita luhur untuk keselamatan.
  6. Pradnya Paramitha artinya kebijaksaanaan dalam menimbang-nimbang suatu kebenaran.
Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua. (Mr.Pink)

Monday, 13 February 2012

"GUSDURian" Audiensi dengan Parisada Sidoarjo

Tgl. 13 Pebruari 2012 jam 19.00 wib "Gusdurian Sidoarjo" mengadakan audiensi dengan Parisada Sidoarjo bertempat di Pura Jala Siddhi Amertha Juanda. Gusdurian adalah organisasi informal dimana anggotanya adalah anak-anak muda dari berbagai lintas agama yang ingin melanjutkan perjuangan Gusdur dengan paham nasionalis dan pluralis. Sebagai Koordinator Gusdurian ini adalah Mas Dody dari Candi Sidoarjo. "Gusdurian ini dibentuk sangat informasil dari hasil cangkruan anak-anak mudah" ujar Dodi. "Kami ingin mengajak pemudah Hindu Sidoarjo untuk bergabung dalam Gusdurian ini. Sampai saat ini anggota Gusdurian ini baru hanya dari Islam dan Protestan saja. Ke depan kami ingin mengajak seluruh pemuda dari semua agama baik Hindu, Budha, Kong Hu Chu maupun Katolik mau bergabung dalam Gusdurian" lanjut Dodi. Pak Anom Mediana selaku Ketua PHDI Sidoarjo berpendapat, sangat mendukung organisasi ini, karena Gusdur ada sosok yang dapat mengayomi seluruh umat beragama di Indonesia. Mas Yudi dari pengurus Peradah Sidoarjo juga sangat mendukung dan berniat bergabung dalam Gusdurian ini. Hadir juga pada pertemuan ini para Wakil Ketua PHDI Sidoarjo antara lain : Pak Gusti Budiartha, Pak Nyoman Suartanaya, Pak Ketut Sumerta dan Pak Dewa Pastika. Semoga organisasi Gusdurian ini akan dapat membawa suara rakyat yang lebih besar tentang pentingnya jiwa nasionalisme dan pluralisme. Selamat berkarya para generasi muda Indonesia. (Mr.Pink)